BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Perencanaan adalah pemikiran sebelum pelaksanaan sesuatu tugas. Apabila
penyusun cermati secara keseluruhan maka Perencanaan Pengajaran berarti
pemikiran tentang penerapan prinsip-prinsip umum mengajar tersebut di dalam
pelaksanaan tugas mengajar dalam suatu situasi interaksi guru – murid, baik di
dalam kelas maupun di luar kelas.
Karena
dengan perencanaan itu, maka seseorang guru akan bisa memberikan pelajaran
dengan baik, karena ia dapat menghadapi situasi di dalam kelas secara tegas,
mantap dan fleksibel.
Karena
membuat perencanaan yang baik, maka seorang akan tumbuh menjadi seorang guru
yang baik. Seorang bisa menjadi guru yang baik adalah berkat pertumbuhan,
berkat pengalaman dan akibat dari hasil belajar yang terus menerus, walaupun
faktor bakat ikut pula berpengaruh.
Belajar
adalah suatu proses dan aktivitas yang selalu dilakukan dan dialami manusia
sejak manusia di dalam kandungan, buaian, tumbuh berkembang dari anak-anak,
remaja, sehingga menjadi dewasa sampai keliang lahat, sesuai dengan prinsip
pembelajaran sepanjang hayat. Oleh sebab itu, tidak lah heran jika konsep
belajar dan pembelajaran perencanaan lah yang dahulu lebih ditekankan kepada
istilah mengajar atau pengajaran, yang berfokus pada aktivitas guru
(teacher-centered) menuju pembelajaran yang berfokus kepada aktivitas siswa
(student-centered). Karena aktivitas mengajar tidak dapat dipisahkan dari aktivitas
belajar karena sambil mengajar pada hakikatnya guru juga belajar.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa Maksud dari Perencanaan Pembelajaran?
2.
Bagaimana Prinsip-prinsip Umum atau Dasar yang Harus
Dijadikan Pegangan Guru Dalam Proses Perencanaan Pembelajaran ?
3.
Apa Saja Masalah-masalah Pokok Dalam Perencanaan
Pembelajaran ?
4.
Bagaimana Cara Untuk Menyusun Langkah-langkah
Perencanaan Pembelajaran?
5.
Apa Saja
Macam-macam Perencanaan Pembelajaran itu?
6. Apa
Saja Manfaat dan Pentingnya Perencanaan Pembelajaran?
C.
Tujuan
Penulisan
1. Agar
Kita Mengetahui Maksud dari Perencanaan Pembelajaran.
2. Agar
Kita Mengetahui Prinsip-prinsip Umum Dalam Proses Perencanaan Pembelajaran.
3. Agar
Kita Mengetahui Masalah-masalah Pokok Dalam Proses Perencanaan Pembelajaran.
4. Agar
Kita Mengetahui Cara Untuk Menyusun Langkah-langkah Perencanaan Pembelajaran.
5. Agar
Kita Mengetahui Apa Saja Macam-macam Perencanaan Pembelajaran.
6. Agar
Kita Mengetahui Apa Saja Manfaat dan Pentingnya Perencanaan Pembelajaran.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Perencanaan Pembelajaran
1. Pengertian Perencanaan
Berkenaan dengan Perencanaan, William
H. Newman dalam bukunya Administrate Action Techniques of Organization and Management: mengemukakan
bahwa “Perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan.
Terry (1993:17) menyatakan bahwa
perencanaan adalah menetapkan pekerjaan yang harus dilakukan oleh kelompok
untuk mencapai tujuan yang digariskan. Perencanaan mencakup kegiatan
pengambilan keputusan. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk mengadakan
visualisasi dan melihat ke depan guna merumuskan suatu pola tindakan untuk masa
mendatang.
Banghart dan Trull, (1973) mengemukakan
bahwa perencanaan adalah awal dari semua proses yang rasional dan mengandung
sifat optimisme yang didasarkan atas kepercayaan bahwa akan dapatvmengatasi
berbagai macam permasalahan. Nana Sudjana (2000:61) mengatakan bahwa
perencanaan adalah proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang
tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang.([1])
Perencanaan bermakna sangat kompleks.
Perencanaan didefinisikan dalam bernagai macam ragam tergantung dari sudut
pandang mana melihat, serta latar belakang apa yang mempengaruhi orang tersebut
dalam merumuskan definisi. Di antara beberapa definisi tersebut dirumuskan
sebagai berikut.
1. Menurut Prajudi Atmusudirdjo [erencanaan adalah
perhitungan dan penentuan tentang sesuatu yang akan dijalankan dalam mencapai
tujun tertentu, oleh siapa, dan bagaimana (Abin, 2000)
2.
Perencanaan
dalam arti seluas-luasnya tidak lain adalah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan
secara sistematis yang aka dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu (Bintoro
Tjokroamidjojo, 1977)
3.
Perencanaan
dapat diartikan sebagai proses penyusunan berbagai keputusan yang akan
dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan. Perencanaan itu dapat pula diberi arti sebagai suatu proses
pembuatan serangkaian kebijakan untuk mengendalikan masa depan sesuai yang
ditentukan. Perencanaan dapat diartikan juga sebagai upaya untuk memadukan
antara cita-cita nasional yang tersedia yang diperlukan untuk mewujudkan
cita-cita tersebut (M.Fakry, 1987).([2])
Secara luas,
Tjokroamidjoyo (dalam Syah, 2007) menyatakan bahwa perencanaan mencakup tiga
pengertian berikut.
·
Suatu proses persiapan sistematik mengenai kegiatan-kegiatan yang akan
dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.
·
Perencanaan adalah suatu cara untuk mencapai tujuan sebaik-baiknya dengan
sumber yang ada secara efisien dan efektif .
·
Perencanaan adalah penentuan tujuan yang akan dicapai atau yang akan dilakukan
bagaimana, bilamana, dan oleh siapa.([3])
2. Pengertian Pembelajaran
Pengertian pembelajaraan (instruction)
merupakan akumulasi dari konsep mengajar (teaching) dan konsep belajar
(learning). Penekanannya terletak pada perpaduan antara keduanya, yakni kepada
penumbuhan aktivitas subjek didik laki-laki dan perempuan.
Konsep tersebut sebagai suatu sistem, sehingga dalam sistem
pembelajaran ini terdapat komponen-komponen siswi-siswa, tujuan, materi untuk
mencapai tujuan, fasilitas dan prosedur, serta alat atau media yang harus
dipersiapkan. Dengan kata lain, pembelajaran sebagai suatu sistem yang
bertujuan, harus direncanakan oleh guru berdasarkan kurikulum yang berlaku.([4])
Perlunya perencanaan pembelajaran sebagaimana disebutkan di
atas, dimaksudkan agar dapat dicapai perbaikan pembelajaran. Upaya perbaikan
pembelajaran ini dilakukan dengan asumsi berikut:
1. Untuk
memperbaiki kualitas pembelajaran perlu diawali dengan perencanaan
pembelajaran yang diwujudkan dengan adanya desain pembelajaran;
2. Untuk merancang
suatu pembelajaran perlu menggunakan pendekatan sistem;
3. Perencanaan
desain pembelajaran diacukan pada bagaimana seseorang belajar;
4. Untuk
merencanakan suatu desain pembelajaran diacukan pada siswa secara perseorangan;
5. Pembelajaran yang dilakukan akan bermuara pada
ketercapaian tujuan pembelajaran, dalam hal ini akan ada tujuan langsung
pembelajaran, dan tujuan pengiring dari pembelajaran;
6. Sasaran akhir dari perencanaan desain pembelajaran adalah
mudahnya siswa untuk belajar;
7. Perencanaan pembelajaran harus melibatkan semua variabel
pembelajaran;
8. Inti dari desain pembelajaran yang dibuat adalah penetapan
metode pembelajaran yang optimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
B. Prinsip-prinsip Umum
atau Dasar yang Harus Dijadikan Pegangan Guru Dalam Melaksanakan Proses Perencanaan
Pembelajaran
Adapun prinsip tersebut adalah
sebagai berikut :
1. Mengajar harus
berdasarkan pengalaman yang sudah dimiliki siswa. Apa yang telah dipelajari
merupakan dasar dalam mempelajari bahan yang akan diajarkan. Oleh karena itu,
tingkat kemampuan siswa sebelum proses belajar mengajar berlangsung harus
diketahui guru. Tingkat kemampuan semacam ini disebut entry behavior. Hal ini
sangat penting agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif
dan efisien.
2. Pengetahuan dan
keterampilan yang diajarkan harus bersifat praktis. Bahan pelajaran yang
bersifat praktis berhubungan dengan situasi kehidupan. Hal ini dapat menarik minat,
sekaligus dapat memotivasi belajar.
3. Mengajar harus
memperhatikan perbedaan individual setiap siswa.
4. Kesiapan (readiness)
dalam belajar sangat penting dijadikan landasan dalam mengajar. Kesiapan adalah
kapasitas (kemampuan potensial) baik bersifat fisik maupun mental untuk
melakukan sesuatu.
5. Tujuan pengajaran harus
diketahui siswa. Apabila tujuan pengajaran diketahui, siswa mempunyai motivasi
untuk belajar. Agar tujuan mudah diketahui, harus dirumuskan secara khusus.
6. Mengajar harus mengikuti
prinsip psikologis tentang belajar. Para ahli psikologi merumuskan prinsip
bahwa belajar itu harus bertahap dan meningkat. Oleh karena itu, dalam mengajar
haruslah mempersiapkan bahan yang bersifat gradual, yaitu dari sederhana kepada
yang kompleks (rumit); dari konkret kepada yang abstrak; dari umum (general)
kepada yang kompleks; dari yang sudah diketahui (fakta) kepada yang tidak
diketahui (konsep yang bersifat abstrak); dengan menggunakan prinsip induksi ke
induksi atau sebaliknya, dan sering menggunakan reinforcement (penguatan).
C. Masalah-masalah
Pokok Dalam Perencanaan Pembelajaran
Beberapa permasalahan pokok yang
harus diperhatikan dan dicarikan solusi pemecahannya yaitu:
a. Masalah
Arah atau Tujuan
Masalah yang sering terjadi dalam
penentuan arah atau tujuan pengajaran adalah : rumusan masalah yang dibuat oleh
guru terlalu luas dan tidak operasional, sehingga sulit diukur dan diobservasi
yang berakibat tujuan pengajaran tidak dipahami oleh siswa.
b. Masalah
Evaluasi
Masalah yang muncul dalam evaluasi,
berkisaran antara lain : Prosedur evaluasi yang tidak dikenal oleh siswa yang
berakibat evaluasi yang dilaksanakan tidak adil, dan memuaskan para siswa.
Rumusan instrumen penilaian tidak jelas, alat penilaian di buat secara
sembarang, kurang atau tidak memenuhi syarat validitas, serta tingkat
reliabilitas yang rendah. Tingkat daya pembeda soal yang kurang baik yaitu
tidak dapat membedakan mana siswa pintar dan mana siswa yang kurang pintar.
c.
Masalah Isi dan Urutan Materi Pelajaran
Masalah yang muncul adalah
bagaimana memilah-milah mana materi pelajaran yang harus didahulukan
penyajiannya secara runtun, logis dan sistematis. Lalu apabila materi pelajaran
yang disajikan tidak serasi dan tidak terorganisasi dengan baik maka akibatnya
terjadi kegagalan dalam menyampaikan uraian materi pelajaran. Penyebab
kegagalan penyampaian materi disebabkan guru membuat instrumen penilaian yang
isinya menghendaki jawaban materi pelajaran yang sebenarnya belum atau tidak
diajarkan.
d. Masalah
Metode
Masalah yang berkaitan dengan metode
pengajaran adalah kurang atau tidak tepat sasaran dalam pemilahan metode yang
digunakan, bersifat monoton dan tidak sesuai dengan tujuan, strategi, model
serta pendekatan pengajaran yang digunakan.
e. Hambatan-hambatan
Hambatan-hambatan bisa datang dari siswa
(kurangmampu mengikuti pelajaran, memiliki perbedaan indvidual), dari guru
(kurang berminat mengajar), faktor institusional (terbatasnya ruang kelas,
laboratorium serta alat-alat peraga).
D.
Langkah-langkah Menyusun Perencanaan
Pembelajaran
- Menetapkan Misi dan Tujuan
Dalam pendidikan misi dan tujuan pengajaran mengacu kepada misi dan
tujuan pendidikan mulai dari tujuan pendidikan nasional, tujuan institusional,
tujuan kurikuler, tujuan pengajaran atau tujuan instruksional baik umum maupun
khusus (standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator hasil belajar).
- Diagnosa Hambatan dan Peluang
Diagnosa hambatan dan peluang termasuk kedalam bagian dari analisis SWOT
(Strengths Weakness Opportunities Threats). Kekuatan, kelemahan, peluang dan
ancaman yang dihadapi suatu lembaga atau organisasi. Analisis SWOT bila
diterapkan secara akurat akan membawa keberhasilan suatu program kegiatan yang
direncanakan.
Peluang adalah situasi penting yang menguntungkan dalam lingkungan
madrasah. Ancaman merupakan situasi-situasi penting yang tidak menguntungkan
bagi lembaga dan merupakan gangguan terhadap eksistensi lembaga di masa
sekarang maupun di masa yang akan datang.
Ancaman terhadap lembaga pendidikan Madrasah bisa datang dari pesaing
baru, kebijakan pemerintah, kondisi makro serta mikro ekonomi yang sulit dan
kesadaran yang rendah dari masyarakat tentang pentingnya pendidikan Madrasah.
- Menilai Kekuatan dan Kelemahan
Kekuatan adalah sumber daya yang dimiliki baik sumber daya personal
maupun sumber daya material, maupun sumber daya keuangan. Kelemahan adalah
kekurangan atau keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki lembaga yang berkaitan
dengan sumber daya manusia dengan kualitas dan kapabilitasnya, sumber daya
material yang terbatas baik kualitas maupun kuantitasnya, sumber daya keuangan
yang terbatas, serta kecintaan dan loyalitas yang kurang baik dari guru,
pegawai maupun siswa.
- Mengembangkan Tindakan Alternatif
Setelah analisis SWOT maka kepala sekolah dan guru membuat perencanaan
pengajaran harus dapat memilih alternatif tindakan dan langkah-langkah yang
terbaik yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah
ditetapkan.
- Mengembangkan Rencana Strategi
Dalam perencanaan pengajaran strategi yang dikembangkan adalah strategi
pengajaran. Strategi pengajaran adalah tindakan guru dalam melaksanakan rencana
pengajaran dengan menggunakan berbagai komponen pengajaran (tujuan, bahan,
metode, alat, sumber serta evaluasi) agar dapat mempengaruhi siswa untuk
melakukan kegiatan belajar dalam ranga mencapai tujuan belajar dan pengajaran
yang telah ditetapkan.
- Mengembangkan Rencana Strategi
Pengembangan rencana strategi pengajaran dilakukan dengan membuat model
pengembangan sistem pengajaran. Model pengembangan merupakan kerangka dasar
yang dijadikan acuan dalam melakukan pengajaran yang meliputi dua dimensi yaitu
dimensi rencana dan dimensi proses yang nyata.
Dimensi rencana : prosedur dan langkah-langkah yang seharusnya dilakukan
dalam mempersiapan proses belajar mengajar. Dimensi proses yang nyata : interaksi belajar
mengajar yang berlangsung di kelas.
- Mengembangkan Rencana Operasional
Diawali dengan melakukan analisis materi pelajaran yang terdapat dalam
kurikulum, analisis terhadap kalender pendidikan, pembuatan program tahunan,
program semester serta pembuatan silabus dan sistem penilaian.
E. Macam-macam
Perencanaan Pembelajaran
Termasuk perencanaan pengajaran dapat dilihat dari beberapa segi:
a.
Berdasarkan
jangka waktu
Dapat di bedakan lagi menjadi :
1) Perencanaan
Jangka Panjang
Rencana
jangka panjang adalah perencanaan yang meliputi kurun waktu 10, 20, atau 25
tahun. Parameter atau ukuran keberhasilannya bersifat sangat umum, global dan
tidak terperinci. Namun demikian perencanaan jangka panjang dapat memberi arah
untuk jangka menengah dan jangka pendek.
2) Perencanaan
Jangka Menegah
Perencanaan jangka menengah adalah perencanaan
yang dilaksanakan dalam kurun waktu antara 4-7 tahun. Perencanaan jangka
menengah merupakan penjabaran dari perencanaan jangka panjang dan perlu
dijabarkan dalam perencanaan jangka pendek.
3) Perencanaan
Jangka Pendek
Merupakan perencanaan dengan kurun waktu antara 1
sampai 3 tahun dan merupakan penjabaran dari perencanaan jangka menengah.
b. Berdasarkan luas jangkauannya.
Dibedakan pula menjadi :
1) Perencanaan Makro
Perencanaan makro adalah perencanaan yang bersifat menyeluruh (umum) dan
bersifat nasional.
2) Perencanaan Mikro
Perencanaan mikro adalah perencanaan yang memiliki ruang lingkup
terbatas, hanya untuk satu institusi. Perencanaan ini lebih rinci, konkrit dan
operasional dengan memperhatikan karakteristik lembaga, namun tidak boleh
bertentangan dengan perencanaan makro atau nasional.
c.
Perencanaan
Dilihat dari Telaahnya
Dibedakan menjadi :
1) Perencanaan Strategis
Merupakan rencana yang berkaitan dengan kegiatan menetapkan tujuan,
pengalokasian sumber-sumber untuk mencapai tujuan. Biasanya diambil oleh pucuk
pimpinan yang kadang kurang didukung oleh data-data statistik
2) Perencanaan Manajerial
Merupakan perencanaan yang ditujukan untuk menggerakan dan mengarahkan
proses pelaksanaan agar tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara
efektif dan efisien. Dalam perencanaan ini sudah lebih terperinci dan didukung
data-data statistik.
3) Perencanaan Operasional
Merupakan rencana apa yang akan dikerjakan dalam tingkat pelaksanaan di
lapangan. Perencanaan ini bersifat konkret dan spesifik serta berfungsi
memberikan petunjuk teknis mengenai aturan, prosedur serta ketentuan-ketentuan
lain yang telah ditetapkan.
F.
Manfaat dan Pentingnya Perencanaan
Pembelajaran
Banyak manfaat yang diperoleh dari perencanaan pembelajaran dalam proses
belajar mengajar yaitu :
- Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai
tujuan.
- Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan
wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan.
- Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik
unsur guru maupun unsur murid.
- Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu
pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan kelambatan kerja.
- Untuk bahan penyusunan data agar terjadi
keseimbangan kerja.
- Untuk menghemat waktu,
tenaga, alat-alat dan biaya.
Perencanaan
memiliki arti penting sebagai berikut :
- Dengan adanya perencanaan diharapkan tumbuhnya
suatu pengarahan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksanaan
kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan pembangunan.
- Dengan perencanaan, maka dapat dilakukan suatu
perkiraan (fore-casting) terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan
dilalui.
- Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih
berbagai alternatif tentang cara terbaik (the best alternatif) atau
kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik (the best
combination).
- Dengan perencanaan dilakukan penyusunan skala
prioritas.
- Dengan adanya rencana, maka akan ada suatu alat
pengukur atau standar untuk mengadakan pengawasan atau evaluasi kinerja
usaha atau organisasi, termasuk pendidikan.([5])
BAB
III
PENUTUP
KESIMPULAN
1.
Berkenaan dengan Perencanaan, William H. Newman dalam
bukunya Administrate Action Techniques of Organization and Management: mengemukakan bahwa
“Perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Terry (1993:17) menyatakan
bahwa perencanaan adalah menetapkan pekerjaan yang harus dilakukan oleh
kelompok untuk mencapai tujuan yang digariskan. Perencanaan mencakup kegiatan
pengambilan keputusan. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk mengadakan
visualisasi dan melihat ke depan guna merumuskan suatu pola tindakan untuk masa
mendatang.
2.
Mengajar harus berdasarkan pengalaman yang sudah dimiliki
siswa. Apa yang telah dipelajari merupakan dasar dalam mempelajari bahan yang
akan diajarkan. Oleh karena itu, tingkat kemampuan siswa sebelum proses belajar
mengajar berlangsung harus diketahui guru. Tingkat kemampuan semacam ini
disebut entry behavior. Hal ini sangat penting agar proses belajar mengajar
dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
3.
Pentingnya bagaimana memilah-milah mana materi pelajaran yang harus
didahulukan penyajiannya secara runtun, logis dan sistematis. Lalu apabila
materi pelajaran yang disajikan tidak serasi dan tidak terorganisasi dengan
baik maka akibatnya terjadi kegagalan dalam menyampaikan uraian materi pelajaran.
Penyebab kegagalan penyampaian materi disebabkan guru membuat instrumen
penilaian yang isinya menghendaki jawaban materi pelajaran yang sebenarnya
belum atau tidak diajarkan.
4.
Diagnosa hambatan dan peluang termasuk kedalam bagian
dari analisis SWOT (Strengths Weakness Opportunities Threats). Kekuatan,
kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi suatu lembaga atau organisasi. Analisis SWOT bila
diterapkan secara akurat akan membawa keberhasilan suatu program kegiatan yang
direncanakan. Peluang adalah situasi penting yang menguntungkan dalam
lingkungan madrasah. Ancaman merupakan situasi-situasi penting yang tidak
menguntungkan bagi lembaga dan merupakan gangguan terhadap eksistensi lembaga
di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.
5.
Termasuk perencanaan pengajaran dapat dilihat dari
beberapa segi:
a.
Berdasarkan jangka waktu.
b.
Berdasarkan
luas jangkauannya.
c.
Perencanaan Dilihat dari Telaahnya
6. Perencanaan
memiliki arti penting sebagai berikut :
a. Dengan
adanya perencanaan diharapkan tumbuhnya suatu pengarahan kegiatan, adanya
pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian
tujuan pembangunan.
b. Dengan
perencanaan, maka dapat dilakukan suatu perkiraan (fore-casting) terhadap
hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui.
c. Perencanaan
memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara terbaik
(the best alternatif) atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik
(the best combination).
DAFTAR PUSTAKA
Majid, Abdul, Perencanaan Pembelajaran, (Bandung :
PT Remaja Rosdakarya, 2012).
Syaefudin Sa’ud, Udin, Perencanaan Pendidikan, (Bandung: PT
Remaja Rosdakarya, 2009).
(PDF Rujukan dari Dosen) Konsep Dasar Perencanaan Pembelajaran
Paket 1.
Umin
Abdillah, MAKALAH KONSEP DASAR PERENCANAAN PEMBELAJARAN, http://umin-abdilah.blogspot.co.id/2015/10/makalah-konsep-dasar-perencanaan.html
, (08-08-2015).
Luqman, Konsep Dasar Perencanaan Pembelajaran, http://luqmanmaniabgt.blogspot.co.id/2011/10/konsep-dasar-perencanaan-pembelajaran.html , (29 Oktober 2011).
[1]
. Abdul Majid, Perencanaan
Pembelajaran, (Bandung :PT Remaja Rosdakarya,2012) hal 15-16.
[2]. Udin
Syaefudin Sa’ud, Perencanaan Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2009) hal 4.
[3].
Umin Abdillah, MAKALAH KONSEP DASAR PERENCANAAN PEMBELAJARAN, http://umin-abdilah.blogspot.co.id/2015/10/makalah-konsep-dasar-perencanaan.html ,08-08-2015.
[4]. (PDF Rujukan dari Dosen) Konsep
Dasar Perencanaan Pembelajaran Paket 1.
[5] . Luqman, Konsep Dasar Perencanaan Pembelajaran, http://luqmanmaniabgt.blogspot.co.id/2011/10/konsep-dasar-perencanaan-pembelajaran.html , 29 Oktober 2011.